Tips Membeli Rumah Bagi Generasi Milenial

TutorBisnis.com – Rumah merupakan kebutuhan pokok yang tentu diinginkan oleh setiap orang. Generasi milenial dihadapkan pada tingginya harga rumah, mahalnya bunga kredit KPR, dan sulitnya mencari pekerjaan dengan penghasilan yang layak. Berikut ini langkah yang dapat dilakukan oleh generasi milenial yang ingin mewujudkan impian memiliki rumah.

1. Menabung Otomatis Untuk Uang Muka

Menabung Otomatis Untuk Uang Muka

Berdasarkan penelitian, tidak adanya dana untuk membayar uang muka sebagai prasyarat KPR merupakan kesulitan utama memiliki rumah. Sedangkan untuk membeli rumah tentu melalui kredit di bank.

Langkah dasar yaitu menabung dari penghasilan, tetapi karena tidak dapat mengelola keuangan dengan baik akibatnya sulit mengumpulkan uang muka. Berdasarkan survei Acorns (2015) yang termuat dalam Jakarta Post, hampir separuh anak muda menghabiskan uang mereka lebih banyak untuk nongkrong di kedai kopi dibandingkan menabung untuk pensiun.

Manfaatkan fitur Reksadana Auto-Invest yang secara otomatis memotong rekening dalam jumlah dan waktu yang ditentukan setiap bulan untuk diinvestasikan pada instrumen Reksadana.

Reksadana menyediakan instrumen yang menghasilkan return lebih tinggi daripada tabungan. Akan tetapi tidak disarankan menabung uang muka pada instrumen ini:

  • Reksadana Saham atau Campuran. Walaupun return tinggi namun resikonya tinggi sehingga tidak cocok untuk mengumpulkan uang muka dalam jangka pendek.
  • Asuransi Investasi (Unit Link). Potongan biaya besar sehingga sangat tidak disarankan.

2. Membeli Apartemen Dekat Akses Transportasi

Keuntungan membeli apartemen yaitu harganya lebih terjangkau daripada rumah tapak dan umumnya lokasi apartemen cukup strategis. Lakukan survei dengan mengunjungi sarana transportasi yang sedang dibangun sebab besar kemungkinan di sekitar sana terdapat apartemen yang sedang ikut dibangun.

BACA JUGA: Gadai Sertifikat Rumah

3. Program Cicilan Uang Muka

Ikuti program cicilan DP (uang muka) selama jangka waktu tertentu yang diinisiasi oleh developer. Contohnya, developer memberikan waktu selama 22 bulan bagi calon pembeli untuk mencicil DP yang dihitung berdasarkan harga beli yang telah ditentukan. Setelah lunas, maka calon pembeli mengajukan kredit ke bank.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Harga beli dengan cicilan DP lebih tinggi daripada tanpa cicilan DP karena developer mengulur waktu untuk menunggu penyelesaian DP.
  • Apabila gagal menyelesaikan cicilan DP atau pengajuan kredit tidak disetujui bank, maka cicilan yang telah dibayarkan akan hangus.

4. KPR Tenor Panjang

KPR Tenor Panjang

Umumnya bank menetapkan di atas usia 55 tahun sebagai batasan tidak boleh mencicil kredit lagi. Sehingga milenial memiliki kesempatan mengambil masa pinjaman maksimal. Bank memberi pinjaman paling lama 25 tahun.

Tenor adalah hal yang penting karena panjang tenor menurunkan jumlah cicilan per bulan. Meskipun beban bunga peminjam menjadi lebih besar tetapi perlu diingat jika nilai tanah dan bangunan meningkat setiap tahun.

Sehingga tidak masalah berhutang pada aset yang nilainya terus meningkat sebab akhirnya akan untung karena naiknya nilai aset yang lebih besar dibandingkan bunga kredit yang harus dibayar.

BACA JUGA: KPR Cicilan Rumah

5. Kerja di Perusahaan dengan Fasilitas KPR

Memang cara yang tidak mudah namun tidak mustahil, di mana beberapa perusahaan memberikan subsidi bunga KPR kepada karyawannya. Karena itu, generasi milenial yang ingin mulai bekerja sebaiknya tidak hanya fokus pada gaji namun juga pada fasilitas pinjaman dengan subsidi bunga.

Tips Menabung Bagi Milenial untuk Membeli Rumah

  • Langsung menyisihkan tabungan setelah menerima gaji.
  • Menghitung penghasilan dan pengeluaran setiap bulan untuk mengetahui kemampuan menabung.
  • Membuat target rumah yang akan dibeli dan target DP uang muka.
  • Memilih instrumen keuangan yang tepat untuk menabung.

Artikel Terkait

close
Shopee Promo