Pengertian Pinjaman Online

TutorBisnis.com – Apa itu pinjaman online? Pinjaman online merupakan jenis pinjaman yang diajukan melalui aplikasi secara online sehingga mudah dan cepat. Karena itulah pertumbuhannya sangat cepat di Indonesia. Calon peminjam cukup mengunduh aplikasi pinjaman online di Google PlayStore sehingga pengajuannya dilakukan tanpa tatap muka.

Manfaat Pinjaman Online

Manfaat Pinjaman Online

Manfaat yang ditawarkan pinjaman online yaitu:

  • Biasanya persetujuan pinjaman online membutuhkan waktu yang sangat singkat yaitu 24 jam.
  • Syarat pinjaman online cukup dengan KTP dan foto selfie juga dokumen lain yang bersifat opsional.
  • Semua proses dilakukan secara online, di mana saja, dan kapan saja melalui smartphone.
  • Fleksibilitas tenor. Tenor kredit pendek, yaitu 30 hari yang dianggap cocok dengan siklus gajian pegawai.
  • Plafon kecil. Pinjaman online menyediakan plafon mulai dari Rp. 500.000 sehingga cocok bagi yang membutuhkan tidak terlalu banyak dana pinjaman.
  • Tanpa kartu kredit. Pengajuan pinjaman online tanpa syarat kartu kredit.
  • Tanpa jaminan. Pengajuan pinjaman online tanpa menyerahkan agunan atau jaminan.

Cara Mendaftar

Siapkan KTP dan nomor rekening bank yang digunakan untuk menerima pencairan dana pinjaman. Lakukan registrasi di aplikasi dengan mengisi data diri sesuai petunjuk yang diberikan. Berikut ini langkah mengajukan pinjaman:

  1. Buka aplikasi pinjaman online.
  2. Mengisi formulir pengajuan pinjaman.
  3. Tunggu hingga mendapatkan persetujuan.
  4. Uang tunai ditransfer ke rekening yang didaftarkan.

Syarat Pinjaman

Syarat untuk dapat mengajukan pinjaman online antara lain:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Berdomisili di cakupan area layanan pinjaman online.
  3. Berusia 21 tahun hingga 65 tahun.
  4. Memiliki email pribadi.
  5. Memiliki penghasilan tetap.
  6. Memiliki KTP yang masih berlaku.
  7. Memiliki rekening bank sesuai dengan nama di KTP.

Dokumen Wajib

Beberapa dokumen yang biasanya diminta saat mengajukan pinjaman online adalah:

  • Bukti penghasilan, berupa slip gaji, rekening bank, rekening listrik atau PAM.
  • NPWP dan Pajak.
  • Akun e-commerce (Tokopedia, Lazada, dan lain-lain).
  • Akun ojek online (Gojek atau Grab).
  • BPJS Tenaga Kerja

Bunga Pinjaman Online

Penting untuk memperhatikan bunga pinjaman online yang tinggi. AFPI sebagai asosiasi fintech di Indonesia, mengeluarkan pedoman bahwa total biaya pinjaman, termasuk bunga, biaya provisi, maksimal sebesar 0,8% per hari. Jadi dengan asumsi 30 sebulan, biaya pinjaman yang dapat dibebankan ke peminjam sebesar 24%.

Oleh karena tingginya bunga pinjaman online, maka calon peminjam perlu memperhatikan hal berikut ini:

  • Membandingkan fintech satu dengan lainnya karena bunganya tidak sama, maksimal 0,8%.
  • Menghitung suku bunga harian antar fintech sebab tenor setiap fintech berbeda.
  • Pahami jika banyak fintech meminta biaya admin atau provisi yang dipotong dari plafon, hal tersebut tidak dijelaskan di awal.
  • Membandingkan dana yang dicairkan ke rekening dengan jumlah pelunasan, sehingga dapat menghitung bunga yang dibayarkan secara akurat.
  • Melihat review bunga di fintech yang jika diamati akan membuat jumlah pembayaran bunga sangat tinggi.

BACA JUGA: Resiko Pinjaman Online

Jenis Pinjaman

Jenis Pinjaman

Beberapa jenis kredit ditawarkan oleh pinjaman online sesuai kebutuhan konsumen, antara lain:

1. Dana Tunai

Kredit yang menawarkan dana tunai yang langsung cair ke rekening bank peminjam tanpa jaminan dan dapat digunakan untuk segala kebutuhan. Prosesnya cepat dan mudah, diajukan secara online melalui aplikasi dengan persetujuan yang membutuhkan waktu 24 jam.

Plafon dana tunai berkisar Rp. 500.000 hingga Rp. 3.000.000 dengan limit yang tidak besar supaya pinjaman diselesaikan dalam tenor pendek sesuai dengan jadwal gaji peminjam (payday loan).

2. Cicilan Tanpa Kartu Kredit

Kredit ini merupakan pembiayaan untuk pembelian barang, seperti handphone, laptop, dan barang elektronik lainnya. Keuntungannya adalah tanpa persyaratan kartu kredit sehingga membantu masyarakat yang belum memiliki kartu kredit untuk mengambil kredit ini.

3. Pinjaman Usaha

Kredit ini menawarkan pembiayaan untuk usaha. Pemberian kredit ke segmen usaha non bank secara online sangat menarik para pengusaha khususnya yang sulit mengajukan pinjaman ke bank.

Beberapa jenis pinjaman usaha adalah:

Invoice Financing

Invoice Financing adalah pembiayaan usaha UMKM berdasarkan nilai tagihan (invoice) yang dimiliki pengusaha. Nilai plafon diberikan sejumlah nilai invoice meski tidak 100% demi menjaga dan mengelola resiko. Fitur dari pinjaman ini adalah:

  • Plafon hingga Rp. 2 Miliar.
  • Pinjaman hingga 80% dari nilai
  • Tanpa jaminan.
  • Tenor pinjaman 15 – 90 hari.

Kredit Modal Kerja

Kredit ini merupakan pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja pengusaha untuk menjalankan dan memperbesar usahanya. Penilaian dilakukan pada besarnya perputaran bisnis di usaha tersebut hingga membutuhkan kredit modal kerja. Fiturnya adalah:

  • Pinjaman Rp. 50 juta hingga Rp. 2 Miliar.
  • Tenor pinjaman 3 – 24 bulan.
  • Tanpa jaminan.
  • Proses singkat, kurang lebih selama 4 hari kerja.

Usaha Online

Kredit ini menawarkan pembiayaan untuk pengusaha bisnis online yang membuka toko online sendiri atau berjualan melalui platform e-commerce. Fiturnya adalah:

  • Pengusaha online dari semua platform (e-commerce, media sosial, atau platform transportasi online) bisa mengajukan pinjaman modal usaha.
  • Syaratnya cukup KTP dan Rekening Koran selama 3 bulan terakhir. Jika usaha berbentuk PT atau CV maka syarat yang dibutuhkan hanya KTP pemilik usaha, Rekening Koran selama 3 bulan terakhir, serta akta perubahan terbaru.
  • Sudah menjalankan usaha lebih dari 6 bulan dan memiliki pendapatan bulanan mulai dari Rp. 6 juta.

Hal yang dinilai dalam pengajuan kredit ini adalah usaha secara menyeluruh, dari sisi bisnis online ataupun offline.

BACA JUGA: Pinjaman Online Tanpa Slip Gaji

Limit Plafon

Plafon pinjaman menentukan jumlah dana yang dicairkan ke rekening bank peminjam. Cara memutuskan plafon adalah:

  • Limit dimulai dari jumlah yang kecil, jika catatan pembayaran bagus maka limit akan meningkat. Keterlambatan pembayaran akan mempengaruhi pemberian limit
  • Limit ditentukan oleh penghasilan tetap. Pinjaman online menggunakan credit scoring untuk menentukan jumlah plafon yang layak untuk diberikan. Meningkatkan credit scoring bisa dilakukan dengan menambah informasi dan memberikan dokumen tambahan.
  • Limit diberikan seperti kartu kredit, yang mana plafon didapatkan di aplikasi yang dapat digunakan untuk belanja di merchant Apabila digunakan lalu dibayar, limit akan kembali ke jumlah asal dan dapat digunakan lagi setelah melakukan pembayaran.

Kemudahan dan kecepatan proses pinjaman online menyebabkan banyak orang ingin mencoba. Tetapi sangat penting untuk memahami apa itu pinjaman online, cara kerjanya, bunga, serta resikonya. Demikian informasi di artikel ini, semoga membantu pembaca setia TutorBisnis.com yang ingin tahu tentang pinjaman online.

Artikel Terkait

Nanda Narayani

close
Shopee Promo