Reksadana Pasar Uang

TutorBisnis.com – Mengapa harus berinvestasi di Reksadana Pasar Uang? Ada beberapa keuntungan dari Reksadana Pasar Uang yang harus dipertimbangkan oleh investor khususnya yang masih pemula.

Sebagian besar orang menyimpan uang di Deposito. Berdasarkan beberapa survei, deposito menjadi instrumen investasi yang paling banyak dipilih oleh masyarakat untuk menyimpan uang, dengan alasan faktor keamanan dan dijamin pemerintah.

Namun ternyata ada instrumen lain yang keamanannya hampir sama dengan deposito tetapi memberikan return yang lebih baik. Dalam artikel ini akan menyajikan sudut pandang lain terhadap deposito yang dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, yaitu Reksadana Pasar Uang.

Kelebihan Reksadana Pasar Uang

Kelebihan Reksadana Pasar Uang

Pengelolaan uang di Reksadana diserahkan kepada Manajer Investasi yang mana Reksadana Pasar Uang menempatkan dananya di instrumen pasar uang. Daftar investasi yang dibeli oleh Manajer Investasi dalam Reksadana Pasar Uang yaitu:

  • Deposito Berjangka
  • Sertifikat Deposito (Negotiable Certificates of Deposit)
  • Surat Berharga Pasar Uang
  • Surat Pengakuan Hutang
  • Sertifikat Bank Indonesia
  • Surat Berharga Komersial (Commercial Paper) yang sudah diperingkat oleh perusahaan pemeringkat efek
  • Obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, dan lain-lain.

Kesimpulannya Reksadana Pasar Uang merupakan Reksadana yang menaruh uangnya di Deposito namun dikelola oleh Manajer Investasi. Keuntungan Pasar Uang dibandingkan Deposito adalah:

1. Menghasilkan Keuntungan Lebih Tinggi

Reksadana Pasar Uang menghasilkan return antara 6,33% hingga 7,35% per tahun  berdasarkan data dari kinerja Reksadana Pasar Uang di Commonwealth Bank. Coba simak bagaimana perbandingan keuntungan yang diberikan Reksadana Pasar Uang dengan Deposito.

Pada deposito suku bunganya tergantung dari lamanya penempatan dan jumlah dana yang disimpan. Penempatan selama 1 tahun menghasilkan bunga 4,75% hingga 5,75% per tahun dengan jumlah minimal Rp. 50 juta. Bunga tersebut belum dipotong pajak, dan setelah dipotong pajak menjadi 3,8% hingga 4,6% setahun. Maka keuntungannya masih di bawah Reksadana Pasar Uang.

2. Investasi Mulai dari Rp. 100 Ribu

Deposito menentukan jumlah dana minimal Rp. 5 juta untuk penempatannya dan di bawah itu tidak diterima oleh bank. Bunganya pun paling rendah pada nominal tersebut. Jika ingin bunga yang lumayan harus menempatkan dana sebesar Rp. 50 juta ke atas.

Sedangkan di Reksadana bisa mulai dengan jumlah Rp. 100 ribu dan tidak ada perbedaan return antara nominal Rp. 100 ribu dan Rp. 5 juta. Sehingga akses investasi melalui Reksadana sangat terjangkau.

3. Dana Dapat Diambil Kapanpun Tanpa Denda

Jika pencairan deposito dipercepat akan dikenai denda 2% dari dana pokok karena mencairkan deposito sebelum tanggal jatuh tempo. Sedangkan di Reksadana bisa ditarik kapan saja dan tidak ada denda. Biaya pencairannya gratis dan sangat mudah.

Pencairan dana bisa dilakukan secara online sehingga tidak perlu datang ke kantor cabang bank. Sedangkan untuk deposito masih belum diketahui apakah dapat dilakukan secara online atau harus datang ke bank.

4. Jangka Waktu Investasi Fleksibel

Pada deposito nasabah harus mempertimbangkan dengan matang berapa lama uang akan ditempatkan supaya tidak kena denda akibat pencairan yang dipercepat dan bunga deposito bisa dipilih agar lebih tinggi. Cukup memusingkan, sebab apabila salah menghitung jangka waktu deposito nantinya bisa rugi akibat denda atau hanya mendapatkan bunga yang kecil.

Sedangkan Reksadana Pasar Uang tidak menjatuhkan denda jika pencairan dipercepat dan return yang diberikan sama untuk semua jangka waktu investasinya. Jangka waktu investasi sangat fleksibel, bisa sehari atau 10 hari, akan menerima return yang sama. Jika tiba-tiba dicairkan karena kebutuhan mendadak pun tidak masalah sebab tidak ada denda.

BACA JUGA: Cara Memilih Reksadana

Resiko Reksadana Pasar Uang

Resiko Reksadana Pasar Uang

Pertama: Tidak semua dana pada Reksadana Pasar Uang ditempatkan di deposito sebab sebagian dana dapat ditempatkan di Surat Berharga Kommersial atau Obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Resiko pada instrumen ini lebih besar daripada deposito karena penerbit surat berharga bisa wanprestasi. Reksadana Pasar Uang membatasi penempatan maksimum 10% pada setiap instrumen sehingga terbatasi dengan sendirinya.

Pemegang unit Reksadana atau investor dapat melihat proporsi masing-masing instrumen investasi di Fund Fact Sheet. Investor dapat memilih Reksadana Pasar Uang yang lain bila terlalu besar proporsi ke instrumen beresiko.

Kedua: Fluktuasi nilai return bergantung pada perubahan tingkat suku bunga pasar. Berbeda dengan return deposito yang sudah pasti di akhir periode deposito. Return Reksadana Pasar Uang bisa saja 5% atau 6%, namun kenyataannya pada 1 tahun ke depan return bisa lebih besar, sama atau lebih rendah.

Ketiga: Jika sebagian besar pemilik unit Reksadana melakukan pencairan secara serentak, maka bisa berakibat Manajer Investasi tidak mampu menyediakan uang tunai seketika untuk membayar semua pencairan tersebut.

Tidak berarti pencairan tidak dapat dilakukan. Pencairan tetap dapat dilakukan sehingga pemegang unit tetap dapat menerima uangnya. Namun resikonya yaitu proses pencairan memerlukan waktu lebih lama sebab ketika semua orang mencairkan dalam waktu bersamaan maka Manajer Investasi butuh waktu menjual investasinya.

Biasanya Manajer Investasi menyiapkan dana likuid dengan tujuan persediaan untuk pencairan dari pemegang unit. Tetapi ketika sebagian besar pemegang unit menjual Reksadana dalam waktu yang sama, dana likuid tadi tidaklah cukup. Sehingga Manajer Investasi harus mencairkan investasi yang membutuhkan waktu. Kondisi tersebut mungkin terjadi meski kemungkinannya relatif kecil.

BACA JUGA: Pengertian Reksadana Syariah

Keuntungan Reksadana Pasar Uang VS Deposito

Keuntungan Reksadana Pasar Uang VS Deposito

Berikut ini adalah ringkasan perbandingan antara Reksadana Pasar Uang dan Deposito:

Reksadana Pasar Uang vs Deposito

Keunggulan Reksadana Pasar Uang merupakan kesempatan bagi investor untuk mempertimbangkan alternatif investasi, meskipun tetap ada resikonya. Resiko tersebut hendaknya diketahui, dipelajari, dan dikalkulasi sebelum memulai investasi.

BACA JUGA: Pengertian Reksadana

Dapatkan informasi terbaru di TutorBisnis.com mengenai keuangan, bisnis, dan investasi. Semoga informasi di atas menambah pengetahuan pembaca dalam mempelajari investasi Reksadana Pasar Uang.

Artikel Terkait

close
Shopee Promo