Kredit Tanpa Agunan (KTA)

TutorBisnis.com – Kredit Tanpa Agunan menjadi jenis pinjaman yang populer di masyarakat. Meski sekarang banyak bermunculan fintech pinjaman online, namun KTA tetap eksis sebagai pilihan.

Apa Itu Kredit Tanpa Agunan?

KTA memberikan pinjaman dana tunai tanpa agunan untuk segala kebutuhan yang dibayarkan berbentuk cicilan selama masa tenor. Beberapa bank yang menyediakan KTA adalah BCA, Mandiri, BNI, BRI, DBS, BNI Syariah. Beberapa kuntungan KTA:

  • Pengajuan pinjaman tidak membutuhkan jaminan atau agunan, seperti sertifikat rumah atau lainnya. Sehingga dana bisa didapatkan dengan cepat.
  • Proses pengajuan, persetujuan, dan pencairan KTA diproses selama 3 hingga 5 hari sejak pengajuan hingga bank mengeluarkan keputusan persetujuan pengajuan KTA.
  • Tujuan pengambilan KTA bisa untuk apapun. Karena itu peminjam bebas menggunakan dana tunai hasil pencarian.
  • Plafon pinjaman KTA bisa mencapai Rp. 300 juta dengan tenor hingga 5 tahun. Besarnya plafon KTA tentu sangat menarik bagi yang membutuhkan dana besar dengan persyaratan ringan.
  • KTA dapat diajukan oleh nasabah secara online dengan proses mudah melalui aplikasi.

Manfaat Kredit Tanpa Agunan

Meski terkesan kontroversial karena perencana keuangan tidak merekomendasikan KTA, faktanya KTA tetap diminati banyak orang. Manfaat utama KTA yaitu menyediakan dana tunai yang dapat digunakan sesuai keinginan peminjam dengan proses pengajuan yang cepat dan mudah.

Jenis Kredit Tanpa Agunan

Jenis pinjaman ini terus berkembang seiring kebutuhan dan segmen masyarakat. Jenis KTA yang ditawarkan antara lain:

1. KTA Reguler

KTA ini terbuka bagi semua orang, tidak harus memiliki rekening di bank terkait, juga tidak harus memiliki rekening gaji di bank. Persyaratan KTA Reguler paling ketat dibandingkan jenis lainnya, yaitu:

  1. Wajib memiliki kartu kredit dengan minimum limit dan masa aktif tertentu.
  2. Wajib menyampaikan bukti slip gaji dengan minimum penghasilan tertentu.
  3. Adanya ketentuan minimal lama bekerja.
  4. Wajib menyerahkan NPWP bagi pengajuan pinjaman di atas Rp. 50 juta.
  5. Bank melakukan verifikasi data dan melakukan survey ke kantor atau tempat tinggal calon peminjam.

2. KTA Payroll

Hanya karyawan yang memiliki payroll atau rekening gaji di bank terkait yang dapat mengajukan permohonan KTA. Keuntungannya adalah proses cepat, mudah, dan bunga lebih rendah daripada KTA Reguler. Evaluasi kredit menjadi lebih akurat karena bank dapat mengamati gaji calon peminjam. Pembayaran cicilan melalui cara pemotongan gaji oleh bank.

3. KTA Bisnis

Bank juga menyediakan KTA bagi pengusaha. Pinjaman yang diberikan berupa modal usaha tanpa jaminan untuk usaha kecil dan menengah. Plafonnya cukup besar, mulai dari Rp. 50 juta hingga Rp. 500 juta dengan tenor kredit hingga 3 tahun.

Target KTA Bisnis yaitu pengusaha individu dengan latar belakang badan hukum (PT, CV, Firma), usaha berjalan minimal 2 tahun, dan omzet usaha Rp. 25 juta – Rp. 5 miliar per bulan.

4. KTA Tanpa Kartu Kredit

Syarat KTA adalah memiliki kartu kredit. Namun belakangan ini muncul berbagai produk KTA tanpa syarat kepemilikan kartu kredit. Tetapi terdapat sejumlah ketentuan yang lebih ketat dari KTA Reguler, antara lain:

  • Batas pinjaman lebih kecil.
  • Tidak semua bank menyediakan KTA tanpa kartu kredit.
  • Bunga pinjaman lebih tinggi dari KTA Reguler.

5. KTA Online

Adanya persaingan fintech membuat bank kini menerima pengajuan KTA secara online. Cukup dengan mengisi data pengajuan KTA di aplikasi dan juga tanda tangan digital. Jenis KTA ini tumbuh paling banyak selama setahun terakhir untuk bersaing dengan fintech pinjaman online.

Cara dan Proses Pengajuan

Proses pengajuan KTA melewati sejumlah seleksi dan evaluasi. Pengajuan KTA bisa dilakukan dengan 2 cara:

  • Mengajukan KTA melalui aplikasi mobile banking secara online. Peminjam dapat mengontrol sesuai kemauan melalui aplikasi.
  • Melalui tawaran dari marketing KTA dari WhatsApp atau telepon. Marketing yang membantu mengajukan dan dapat bertanya tentang KTA yang ingin diajukan.

Kriteria Umum

Pengajuan harus memenuhi sejumlah kriteria dasar sebagai berikut:

  1. WNI berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun.
  2. Minimal penghasilan kotor per bulan Rp. 10.000.000.
  3. Minimal limit kartu kredit Rp. 15.000.000.
  4. Minimal lama usaha atau bekerja selama 1 tahun dengan status karyawan tetap.
  5. Minimal masa aktif kartu kredit di bank lain adalah 9 bulan.

Kesimpulannya, profil untuk mengajukan KTA adalah pegawai tetap, posisi menengah dengan gaji Rp. 10 juta dan memiliki kartu kredit dengan limit  Rp. 15 juta. Keputusan pengajuan KTA disetujui atau tidaknya tetap di pihak bank.

Persyaratan Dokumen

Dokumen yang wajib disiapkan antara lain:

  1. Fotokopi KTP.
  2. Fotokopi kartu kredit. Bank akan mengecek limit kartu kredit untuk menentukan plafon KTA, dengan masa keanggotaan kartu kredit minimal 9 bulan.
  3. Fotokopi NPWP bagi pinjaman Rp. 50 juta ke atas.

Proses Pengajuan

NIK KTP calon debitur digunakan untuk melakukan pengecekan catatan kredit di bank lain melalui BI Checking. Jika ditemukan pernah menunggak kredit biasanya marketing akan berhenti memproses ke tahap selanjutnya. Apabila ada tunggakan kredit di bank lain, maka:

  • Jika jumlahnya di bawah Rp. 1 juta, dianggap bukan tunggakan yang material oleh bank.
  • Apabila terlambat di bawah 3 hari atau masih masuk masa grace perod, maka bank tidak akan memperhitungkan.
  • Apabila terlambat di atas 3 hari hingga 30 hari, maka bank masih akan mempertimbangkan.
  • Apabila terlambat di atas 30 hari, pengajuan berkemungkinan besar akan ditolak.
  • Pernah menunggak tetapi telah lunas maka bank akan melihat berapa lama menunggaknya.

Limit Pinjaman

Plafon KTA umumnya dihitung dari limit kartu kredit tertinggi yang dimiliki oleh peminjam, lalu limit dikalikan untuk mendapatkan plafon KTA, 2x hingga 3x dari limit kartu kredit.

Contohnya, limit kartu kredit sebesar Rp. 20 juta, plafon KTA adalah Rp. 40 juta hingga Rp. 60 juta. Selain itu, bank juga akan mempertimbangkan kemampuan pembayaran.

Kemampuan Pembayaran

Analis kredit bank akan melihat penghasilan peminjam apakah cukup untuk membayar angsuran KTA. Formula standar adalah maksimal 30% dari penghasilan bulanan untuk membayar semua kewajiban per bulan. Semua kewajiban cicilan pinjaman akan dihitung oleh bank, tidak hanya cicilan KTA yang sedang diajukan.

Total kewajiban kredit yang ada ditambahkan cicilan dari KTA yang diajukan. Jika masuk dalam 30% penghasilan maka kemungkinan pengajuan KTA disetujui. Jika tidak, maka kemungkinan disetujui akan kecil.

Verifikasi

Verifikasi merupakan proses krusial yang menentukan persetujuan pengajuan pinjaman. Ada 2 jenis metode veriikasi:

  • Phone verification yang dilakukan melalui telepon menghubungi ke pihak terkait.
  • Field verification yang dilakukan dengan mengunjungi lokasi pihak terkait.

Bunga

Tingginya bunga KTA perlu disadari oleh peminjam sejak awal. Bunga KTA flat per bulan yang perlu dikonversi menjadi 2x bunga efektif. Contohnya, bunga 1.5% flat per bulan artinya kira-kira 3% per bulan efektif atau 36% per tahun.

Semakin panjang tenor maka cicilan akan lebih rendah namun jumlah beban bunga yang harus dibayar semakin besar. Disarankan untuk mengambil tenor yang pendek supaya bunga tidak membebani.

Semakin besar plafon maka bunga per bulan semakin kecil. Namun karena plafon kredit yang dipilih lebih besar, tetap saja nominal bunga yang wajib dibayar akan besar.

KTA Payroll umumnya menawarkan tingkat bunga lebih rendah daripada KTA Reguler. Apabila membutuhkan KTA sebaiknya periksa dulu jika bank di mana menerima gaji menyediakan KTA Payroll.

Biaya

KTA juga membebankan biaya kepada peminjam, antara lain:

1. Biaya Provisi

Biaya yang dipotong dari jumlah pinjaman, sehingga pafon pinjaman tidak diterima secara utuh. Contohnya, biaya provisi Rp. 250.000 dan pinjaman Rp. 5 juta. Maka peminjam hanya menerima dana Rp. 4.75 juta. Biaya provisi cukup tinggi, karena itu perhatikan berapa biaya provisi yang dikenakan saat mengajukan KTA.

2. Biaya Pelunasan Dipercepat

Ketika debitur memiliki uang dan ingin langsung melunasi pinjaman, maka bank menmberikan denda yang tinggi. Biaya tersebut bervariasi setiap bank, besarnya pun seiring dengan jumlah hutang.

3. Biaya Keterlambatan

Biasanya berlaku denda keterlambatan cukup besar, yaitu Rp. 225 ribu atau 3% dari jumlah cicilan. Karena itu perhitungkan besarnya biaya keterlambatan ketika memilih pinjaman KTA.

4. Biaya Tahunan

Pada tahun pertama dikenakan biaya provisi, lalu pada tahun kedua dan seterusnya harus membayar biaya tahunan jika mengambil jangka waktu lebih dari 1 tahun. Jumlah biaya tahunan sebesar Rp. 50.000.

5. Biaya Asuransi

Tujuan biaya asuransi adalah bila debitur meninggal dunia maka pihak asuransi melunasi sisa pinjaman. Tanpa asuransi, ahli waris harus melanjutkan cicilan hingga lunas. Biaya asuransi merupakan pilihan, tidak semua bank membebankan biaya ini.

KTA memberikan kemudahan untuk mendapatkan dana tunai secara cepat dan mudah. tetapi cermati beberapa hal saat mengambil KTA. Demikian informasi mengenai KTA, semoga bermanfaat bagi pembaca TutorBisnis.com.

Artikel Terkait

close
Shopee Promo